






Bengkulu, 11 April 2026, Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) SALUT Tahun 2026 resmi dimulai pukul 08.00 WIB, diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari kepala dan admin SALUT yang ada di Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini bukan sekadar forum rutin, tetapi menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi besar dalam menjawab tantangan peningkatan jumlah mahasiswa di tahun 2026.
Direktur UT Bengkulu, Anton Robiansyah, S.E., M.Ak, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran strategis SALUT sebagai garda terdepan pelayanan UT di daerah.
“SALUT menjadi perwakilah wajah UT di berbagai daerah Kabupaten di tengah masyarakat. Keberhasilan kita meningkatkan jumlah mahasiswa sangat ditentukan oleh seberapa aktif, kreatif, dan adaptif SALUT dalam menjangkau calon mahasiswa diberbagai wilayah daeranya” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa pendekatan konvensional saja tidak lagi cukup. Diperlukan inovasi dalam strategi pemasaran, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta pemanfaatan media digital secara maksimal.
Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti berbagai sesi penting mulai dari evaluasi kinerja pengelolaan SALUT, analisis capaian pemasaran tahun 2025, hingga penyusunan strategi target mahasiswa tahun 2026.Tidak hanya itu, peserta juga dibekali keterampilan praktis seperti pembuatan konten promosi berbasis digital serta penguatan layanan akademik dan administrasi.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah praktik baik (best practice) dari SALUT Generasi Kaur yang berhasil mengembangkan pendekatan promosi berbasis kegiatan langsung, kolaborasi lintas sektor, serta produksi konten kreatif yang melibatkan mahasiswa. Sebagai bentuk apresiasi, UT Bengkulu memberikan penghargaan kepada SALUT berprestasi. SALUT Argamakmur yang dipimpin oleh Bapak Supartoyo berhasil meraih kategori jumlah mahasiswa terbanyak. Sementara itu, SALUT Generasi Kaur di bawah kepemimpinan Bapak Zainudin Sinaga dinobatkan sebagai pelaksana sosialisasi dan promosi terbaik.
Tidak hanya itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada pengelola SALUT yang menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam menghargai waktu. Lima SALUT yang menerima apresiasi tersebut adalah: SALUT Kepahiang, SALUT Manna Bengkulu Selatan, SALUT Generasi Kaur, SALUT Lebong, dan SALUT FKPKBM Bengkulu Selatan. Menutup kegiatan, seluruh peserta menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dan pernyataan komitmen sebagai simbol keseriusan dalam meningkatkan kinerja SALUT ke depan.
Rakorda ini menjadi penegas bahwa transformasi layanan pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama. Dengan semangat tersebut, UT Bengkulu optimis SALUT di seluruh wilayah akan semakin progresif, tidak hanya sebagai pusat layanan, tetapi juga sebagai motor penggerak peningkatan akses pendidikan tinggi di daerah.




