UT Bengkulu Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Sukses Gelar Audiensi dan Sosialisasi di Pulau Enggano

Universitas Terbuka (UT) Bengkulu terus berkomitmen untuk menjangkau yang tidak terjangkau dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas. Dipimpin langsung oleh Direktur UT Bengkulu beserta tim, jajaran civitas akademika sukses melaksanakan rangkaian kegiatan audiensi, sosialisasi, dan kunjungan kerja di Pulau Enggano pada tanggal 19–20 Mei 2026.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Selasa, 19 Mei 2026, dengan digelarnya agenda audiensi dan sosialisasi yang berlangsung hangat dan lancar. Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Enggano beserta jajaran pegawai kecamatan, jajaran Kepala Desa se-Kecamatan Enggano, serta para kepala suku atau yang dikenal dengan sebutan Pabuki.

Sejak awal dimulai, suasana forum terasa sangat hidup dan interaktif. UT Bengkulu membuka ruang diskusi selebar-lebarnya melalui sesi tanya jawab dan tukar pikiran. Di sinilah cerita-cerita inspiratif mulai mengalir.

Salah satu momen menarik muncul dari seorang Sekretaris Desa (Sekdes) yang hadir di sana. Ternyata, beliau adalah mahasiswa aktif UT Bengkulu. Di hadapan Camat dan rekan-rekan sejawatnya, sang Sekdes menceritakan pengalamannya berkuliah di UT. Ia menekankan betapa sistem kuliah di UT sangat ramah bagi masyarakat kepulauan. Mereka bisa meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pelayanan publik di kantor desa.

Cerita membanggakan lainnya datang dari salah seorang Pabuki. Dengan penuh rasa syukur, kepala suku tersebut bercerita bahwa anaknya juga merupakan mahasiswa UT Bengkulu yang saat ini sudah berada di tahap akhir dan bersiap untuk wisuda pada periode mendatang.

Kesaksian langsung dari perangkat desa dan tokoh adat ini sukses memicu antusiasme peserta lain yang hadir. Banyak perangkat desa yang langsung tertarik untuk mendaftar kuliah, bahkan tidak sedikit yang mulai bertanya serius mengenai peluang melanjutkan studi ke jenjang Pascasarjana (S2) di UT demi meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan desa mereka.

Tingginya animo masyarakat dan aparatur desa dalam forum memicu sebuah usulan penting. Para peserta audiensi secara terbuka menyampaikan aspirasi agar layanan resmi UT Bengkulu dapat dihadirkan kembali secara permanen di Pulau Enggano. Jika dahulu layanan ini sempat berjalan melalui skema Kelompok Belajar (Pokjar), masyarakat kini berharap layanan tersebut dapat diaktifkan kembali dengan standar yang lebih representatif melalui kehadiran Sentra Layanan UT (SALUT). Usulan ini disambut positif sebagai langkah strategis untuk mempermudah koordinasi, administrasi, dan pendampingan belajar bagi seluruh mahasiswa di Enggano.

Memasuki hari kedua, Rabu, 20 Mei 2026, tim UT Bengkulu bergerak menemui masa depan Pulau Enggano: para generasi muda. Tujuan hari itu adalah SMAN 6 Enggano untuk melaksanakan sosialisasi dan promosi kepada para siswa.

Suasana di sekolah langsung riuh dengan energi positif begitu tim tiba. Para siswa terlihat sangat antusias dan bersemangat menyimak pemaparan. Menariknya, UT bukan lagi nama yang asing bagi mereka. Rasa kedekatan itu sudah terbangun sejak lama karena beberapa guru yang mengajar di SMAN 6 Enggano merupakan alumni UT.

Kehadiran para guru alumni ini menjadi bukti nyata bagi para siswa bahwa jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang untuk meraih gelar sarjana. Banyak siswa yang aktif bertanya mengenai program studi, fasilitas belajar, hingga jalur-jalur beasiswa yang bisa mereka akses untuk melanjutkan kuliah di UT setelah lulus nanti.

Pertemuan dan hadirnya ruang aspirasi di Pulau Enggano ini menjadi bukti bahwa keterbatasan wilayah tidak pernah mampu mengurung tekad seseorang untuk berkembang. Melihat gigihnya seorang Sekretaris Desa yang berkuliah sambil mengabdi, hingga jejak para alumni yang kini mengabdi di SMAN 6 Enggano, adalah rangkaian inspirasi nyata. Kini, paradigma masyarakat Enggano telah seutuhnya berubah: kuliah bukan lagi sebuah kemewahan yang jauh di seberang lautan, melainkan sebuah jalan pasti yang kian dekat dan bisa ditempuh oleh siapa saja yang berani bermimpi.